Lilypie 3rd Birthday PicLilypie 3rd Birthday Ticker
home profile gallery links favorites content friends friends of archives

Entries for August, 2008

August 20th, 2008

Anda Medis??
Posted by vian199 at 03:00 PM

Bismillahirrahmanirrahim

 

Pertanyaan yang mirip2x ama judul diatas sering aku terima.

Entah sejak kapan yah aku seneng sama hal2x kesehatan, yang jelas sejak sebelum menikah aku udah join ke milis kesehatan ibu dan anak (milis sehat itu loh ). Jadi sebelum menikah, aku udah punya folder kesehatan ibu anak di PC ku..  hehehe, mulai asi 6 bulan, diare, panas, apa lg yah.. mayan deh. Oh iya, thank to bunda faiz a.k.a mba rohmah yang udah mengenalkan milis ini.

 

Sebelum punya anak sendiri, aku gak gt gencar promosiin ilmu2x kesehatan yang aku punya... knp yah? keknya lebih karena lom PD.. beberapa temen yang lulusan salemba, duluan punya anak gak kasih asi ekslusif, aku gak brani kampanye asi. Dulu sih, aku mikir yah itu kan ilmunya mereka sebenarnya, toh di tipi2x juga udah mulai banyak beritanya, buku2x jg udah banyak... tp yah, ternyata susu formula is the best itu udah mengakar dalam di masyarakat indonesia... sedih juga dengernya. Nah, setelah Bintang lahir, aku sukses kasih ASI ekslusif.. jadilah diriku suhu asi esklusif di temen2x sekitar ku hehehe... sampe2x untuk masalah anak sakit pasti ada yg nelp.. misua sempet binun... "yang kuliah di salemba kamu ato mereka sih sebenarnya" hihihihi..


Ke temen-temen dekat ku, aku jd agak2x galak soal asi ekslusif ini.. maap2x yah klo ada yang dibilangin kalah sama artis, ada yg dibilangin kurang semangat, ada yg tak bilangin anaknya anak sapi, ada yang jd kudu begadang abis sendirian.. hihihi.. itu karena aku sayang bangets sama anak2x kalian, aku pengen mereka dpt yang terbaik dari ibu-ibu mereka. Dan, tentunya karena aku sayang kalian juga koq

 

Malam kemaren, salah satu temen sms say thankyou for supporting her in brestfeeding, gak nyerah sama formula. dapat berita ini senangnya ruaarrr biasa. senang karena generasi indonesia udah mendapatkan hak terbaik mereka. lebih2x, anak temen sendiri.. duh rasanya tak bisa di lukiskan dengan kata2x.. friends, apapun yang kamu capai sekarang cuma nol koma persen andil ku, selebihnya adalah hasil jerih payah mu sendiri..

 

Nah, abis ASI ekslusif.. biasanya sampe 1 thn temen2x masih suka tuh telp2x, sharing, diskusi.. tp lebih ke arah penyakit langganan anak. disinilah, daku suka terkesan kek orang medis. Eh.. bukan nyombong loh.. ini omongan orang2x sekitar. Contoh nih, waktu ke dokter umum.. abis aku jelasin panjang lebar kondisi *aku, bintang, ato misua* dokternya nyeletuk "anda medis?" hehehe... tapi, begitu tau daku bukan medis... klo dokternya tipe dokter yang gak mau di ajak diskusi, biasanya langsung skak mat ke aku " Anda lebih percaya dokter ato internet?" halllaaah.. ingat ya dok, ini kunjungan saya terakhir!!!! ada juga yang nyebelin buangetttssss... dialognya begini

saya : "Dok, anak saya koq dikasih obat ini.. pdhal di keterangannya kan harus diatas 2 thn" inget si bintang baru usia <1 thn

Dokter : "anda percaya saya ato tidak ?"

Saya : senyum.. "tp saya baca di internet jg begitu dok.."

Dokter : "Ibu.. saya ini baru pulang dari seminar internasional, ilmu saya lebih uptodate"

saya : "oh.." pulang kerumah langsung cek ke AAP, mayoclinic, dll.. dasar dokter....

 

Ah.. indonesia.... ( ngobatin orang koq begitu yah, jd ajang coba2x si pasien.... ato dialog berikut ini

saya : "Dok.. klo pun mau di kasih AB, saya minta yang lini pertama.. dan yang generik yah"

Dokter : "Ibu.. kita gak punya AB lini pertama. AB murahan seperti itu cuma ada di puskes"

saya : "Oh.. begitu ya dok. yah udah deh, klo gt saya minta merk generik yah"

Dokter : "Bu, obat generik adanya di puskes"

Gak heran kompas membahas klo pabrik obat pada gak mau produksi obat generik, cost terbesar dialihkan tuk obat bermerk, yang lebih mahal dr obat generik *pdhal masing2x efeknya sama*. Bandingkan statistik penggunaan obat generik di eropa dan indo. Dan, klo kita bijak.. siapa tau alokasi dana bisa dialikan tuk bikin vaksin HIB sendiri, setidaknya vaksin HIB dan vaksin2x yang belum wajib itu jd wajib... kasian kan anak2x indonesia yang dr keluarga gak mampu. ato, paling gak... yang namanya wajib, vaksin wajib itu yah jd bener2x gratis... gak bayar sepeserpun!!!

 

Nah, pernah juga member milis sehat  nelp aku.. gak tau juga nih dpt infonya dr mana.. keknya pas iklan event pesat depok. mereka ngira aku dokter.. ya Allah, jd takut.. takut salah kasih penjelasan... tp aku biasanya langsung refers mereka ke markas sehat, klo emang gundah gulana. Krn biasanya member milis sehat itu gundah gulananya ke dokter salah gak ke dokter salah.. *binun kan?*

 

ah, senangnya berbagi..... semoga klo bukan aku yg menikmati indonesia yang makmur dan sejahatera.. kelak generasi anak2xku yang mengalami ini... amiiinnnn

 

~I'm Not a doctor

 

 

 

 



August 21st, 2008

homeschooling
Posted by vian199 at 10:36 AM

Bismillahirrahmanirrahim

 

ini postingan dari salah satu milis yang aku ikuti...

===================

kawan-kawan,

salah satu pekerjaan 'sambilan' saya sebagai dosen dan peneliti di
universitas manchester adalah mendampingi mahasiswa program magister dan
doktoral dalam menulis kertas kerja atau disertasi atau thesis mereka.
bagi saya menarik mengamati dan terlibat bagaimana proses para mahasiswa
itu menalar persoalan dan menjadi kritis. saya tidak terlalu menghadapi
masalah dengan para mahasiswa asal eropa pada umumnya. mungkin karena
mereka terbiasa dididik berpikir dan menalar secara kritis (dan
independen). tetapi saya menemukan hal yang berbeda ketika bekerja
dengan para mahasiswa asal asia dan asia tenggara, khususnya indonesia,
malaysia dan filipina (singapura dan india tidak). mereka cenderung
"setuju saja" pada apa yang dikatakan buku. enggan berpikir "out of the
box". proses menalarnya sangat "formal" dan bisa dibayangkan, jauh dari
kritis. dan saya makin sedih melihat fakta bahwa mahasiswa indonesia
rata-rata adalah yang paling lemah dibandingkan dua negara tetangga itu.
tentu ini bukan terjadi pada semua mahasiswa indonesia, tetapi
setidaknya kecenderungan itu tampak jelas.

memang sistem studi lanjut di sini (inggris khususnya) menekankan
kemandirian. orang dilepas untuk mencari sendiri jawaban dari apa yang
ditanyakannya. orang dituntut untuk kreatif, dan pada saat yang sama,
mandiri. mahasiswa asal indonesia nampaknya sangat tidak terbiasa dengan
itu. apalagi ditambah dengan kendala bahasa. karena biasa "dicekoki"
sejak SD sampai kuliah, mereka tidak biasa berpikir dan belajar mandiri.
bahkan sering mereka tidak tahu apa yang dimauinya sendiri. contohnya
ketika diminta memilih satu dari lima topik untuk research paper, mereka
datang ke saya dan bertanya "pilih yang mana ya mas?". padahal bukankah
itu kebebasan yang luar biasa? tetapi malah bingung diberi kebebasan
seperti itu. juga kalau ada tugas/assignment untuk mengeksplorasi teori
atau gagasan, mereka sering bertanya, "yang mana yang sebaiknya
dieksplorasi?" padahal itu kesempatan luar biasa bagi mahasiswa untuk
menjelajah dunia ilmu. banyak orang ke inggris karena pertimbangan
kebebasan berpikir dan eksplorasi akademis ini. tetapi nampaknya justru
tidak demikian bagi kebanyakan mahasiswa kita, yang persis seperti ayam
di lumbung padi yang bingung memilih beras mana yang mau dipatuk. sedih,
ironis. tak heran kalau mereka sering mereka mengeluh "stress" kepada
saya. tak banyak yang bisa saya lakukan kecuali mengadakan sesi di luar
kelas untuk bimbingan menulis atau meneliti atau mengerjakan tugas. saya
sebenarnya tak pernah percaya orang indonesia itu kalah cerdas
(kapasitas otak) dibandingkan dengan orang lain di dunia ini. tapi, saya
khawatir, sistem pendidikan kita tidak terbiasa mengoptimalkan kapasitas
berpikir kita. saya kira ini yang perlu dan harus diterobos.

cerita lain: pagi ini tanpa persiapan saya tiba-tiba diminta bergabung
dengan komite seleksi mahasiswa doktoral dari jurusan tetangga (studi
pembangunan). mahasiswa itu mau mempelajari soal indonesia. maka saya
diajak mewawancarainya. bagi seorang yang bukan indonesia,
pengetahuannya luar biasa. ia ingin meneliti soal peran kearifan dan
pengetahuan tradisional (indigenous wisdom and knowledge) dalam
pembangunan. waktu saya dapat giliran bertanya, setelah bertanya
macam-macam soal landasan teori, dll, saya tanya dia, "mengapa kamu
berminat mempelajari indonesia?". dia jawab kira-kira begini "indonesia
itu negara besar. setidaknya, ia akan besar suatu hari. memang sayang
sekali itu tidak tercermin dalam kinerjanya baik dalam dunia akademik
maupun pembangunan saat ini. tetapi itu tinggal tunggu waktu. saya kira
saya ingin menyumbangkan sesuatu pada indonesia." hmmm ... lalu saya
tanya lagi "darimana kamu tahu soal indonesia?". dia jawab "oh, itu saya
tahu karena saya belajar sendiri di rumah. saya dulu tidak sekolah."
saya kaget.. "tidak sekolah?" kerjar saya. dia jelaskan "orang tua
saya meng-'home-ed' (home education/homeschool) saya hingga saya selesai
A-level. saya suka sekali mempelajari indonesia. saya belajar banyak
tentang sejarah indonesia. karena itulah saya ingin meneruskannya. lalu
saya kuliah sarjana dan kini langsung mencoba doktor tanpa lewat
master". saya tanya lagi, "kamu pernah ke indonesia?". "belum. tapi saya
pasti akan ke sana dalam fieldwork saya. saya juga belajar bahasa
indonesia sedikit-sedikit, lho (sambil tersenyum, lalu bilang "selamat
siang, pak". saya ketawa).

waktu kami reses, kolega senior saya yang memimpin sidang wawancara itu
bertanya apa saya merekomendasikannya diterima. saya bilang, bacalah
proposalnya. itu saja kriterianya. memang, proposalnya jauh lebih bagus
--lebih dalam, lebih kritis-- dari rata-rata kandidat doktor lainnya
yang melamar yang punya gelar master. dan memang benar, baru saja saya
dikabari, dia diterima.

seorang anak muda inggris, baru 22 tahun, percaya diri, kritis, cerdas.
tidak pernah sekolah formal. langsung kuliah. selesai sarjana langsung
diterima di jenjang doktoral. mempelajari aspek tradisional dan
pembangunan negara lain karena tertarik dan ingin menyumbang/berbuat
sesuatu pada negara itu, yang hanya dikenalnya lewat buku dan film. luar
biasa. saya yakin anak-anak muda kita bisa juga melakukan hal yang sama
jika mereka dibiasakan berpikir kritis, merdeka, terbuka. yang
dibutuhkan bangsa ini untuk maju adalah anak-anak yang terdidik (tidak
selalu berarti tersekolahkan) dengan baik: yang hidup daya nalar dan
daya kritisnya. dan saya ingin suatu hari bukan hanya kita, tapi dunia
yang akan mengatakan "luar biasa" ketika melihat anak-anak indonesia
tersebut berkiprah di membangun bangsanya.

anyway, sekedar cerita untuk akhir pekan.

salam dari manchester yang (selalu) mendung,
y

==============

semakin hari samakin gatel pengen berhomeschooling ria buat anak ku.. hehehe..

komentar misua : "Again?? kmu lagi2x berwacana out of my mind :D"

hihihihi.. setelah dulu ber ASI Ekslusif ria, sekarang ber homeschooling ria.. rasanya gmn yah ?? siap gak yah?

~Shinta




vian199
Vian199, mother of one son, name Bintang. This blog is my first blog, and I never think to change it *males ini mah*. Just need a media to write my mind, my opinion. when I write it, I feel better :)
your name:

url:

your message: