August 4th, 2009
Anak, Apapun kondisinya adalah anugrah Posted by vian199 at 09:44 AM Bismillahirrahmanirrahim Kalimat diatas adalah potongan kalimat dari cerpen majalah Ummi yang ku baca pagi ini. Yup, cerpen tersebut mengisahkan bagaimana gejolak seorang Ibu yang sukses di karir, pinter di akademis, tp ternyata lamban dalam menankap sinyal2x yang dikirimkan anaknya selama ini, akhirnya terlambat mengetahui bahwa anak semata wayangnya membutuhkan lebih dari apa yang telah ia berikan selama ini. meskipun di cerpen ini aku melihat masa iya wanita secerdas itu tidak berusaha mencari ilmu-ilmu dasar tentang anak *baik kesehatan maupun psykologi* sehingga harus setelat itu?? tp intinya... cerpen tersebut memberiku banyak hikmah, Anak... apapun kondisinya adalah anugrah... dalem, dan harus terus di ingat. Secara sampai saat ini aku masih merasa menaruh banyak mimpi2x ku pada Bintang, masih belum bisa melepaskan semua passion ku terhadap orang2x lain, aku masih harus banyak belajar untuk tetap mengejar passion ku sendiri... supaya orang lain pun akan mengejar passion mereka sendiri Malam sebelumnya aku sempat baca novel "Street boys" terjemahan sih, kisah nyata 7 anak jalanan yang hidup di kota london. 2 islam dan 5 nasrani. baru beberapa bab sih... tp dah memberikan aku banyak pelajaran. Lagi-lagi, Anak terlahir sebagai kertas putih tanpa noda, Orang tua nya lah yang akan mengukuri di kertas putih tersebut. novel ini menyadarkan aku untuk terus berusaha mencintai anak ku dengan Ilmu, menjaganya sebagai Amanah dari Allah, mendidiknya agar ia mampu hidup pada zamannya kelak, dan mencintainnya dengan tulus dan iklas !!! Menjelang usia 4 tahun, pertumbuhan Bintang semakin menunjukan keunikannya, semakin menyadarkan aku bahwa sifatnya mirip bangets sama papanya.. sebagai anak sebayanya, He is almost perfect !!! tp tetap yah, ketika berbeda sifat dengan kita perbedaan itu kadang sering bangets kita liat sebagai kekurangannya. Hm.. smoga Allah selalu menjaga aku dari hal-hal yang dapat merusak fitrah Bintang... dan kedua crita diatas cukuplah menjadi pengingat ku saat ini.
~Shinta 3 comment
|
July 29th, 2009
Merasa Bersalah Posted by vian199 at 09:27 PM Bismillahirramanirrahim
Sebenarnya gak pengen berkeluh kesah, krn dah sadar bangets apa yang dikasih selama ini udah besar bangets nikmatnya.. boleh yah cuma sekedar menulis apa yg dirasa sekarang.... Akhir-akhir ini sering bangets merasa bersalah, merasa menomor sekian kan Bintang. Kadang marah2x gak ada juntrungannya, abis itu sedihnya minta ampun.. klo kata-kata udah terucap kan udah gak bs lg di hapus hiks hiks hiks.. Sejak usia 3 tahun, Bintang udah jadi invidu yang benar2x terpisah dari aku. dia udah punya karakter tersendiri, punya cara pandang sendiri, dan some how kadang aku gak menyadari itu.. kyak gak terima dngan keunikan dia. mungkin krn beban bikiran kuliah di rumah kadang jg gak bs fokus ketika bersama dia... bikin aku takut, takut salah mendidik, takut gak punya ilmu yg benar mendidiknya... Maapin mama ya Bintang, smoga Allah selalu menjaga mu.. coz Dialah sebaik-baik penjaga. Allah.. lindungi Bintang, mudahkan jalan hidupnya, jadikan hidupnya penuh keberkahan...
~Shinta |
July 8th, 2009
Masa Kecil Posted by vian199 at 02:59 PM Bismillahirrahmanirrahim
Udah lama pengen cerita masa kecil dulu. Lahir di pelosok desa perbatasan provinsi sumsel dan bengkulu. hampir seluruh waktu balita ku di habiskan disana. Desa tersebut desa kelahiran papa, papa dan mama bertugas sebagai guru SD disana. untuk 6 kelas, cuma mama dan papa guru nya. Kebayang kan yah gmn ngajar nya, abis ngasih tugas menyalin buku di kelas 5, lari ke kelas 2 buat ngajarin berhitung dan membaca. Mengajar di kampung sendiri yang dihadapi yah sodara-sodara sendiri, klo di kelas mama dan papa galak sama murid, sore nya dah pasti ortu nya datang kerumah marah-marah :D Di desa itu, posyandu gak ada. fasilitas kesehatan hanya pak mantri, itu juga di kecamatan. Sampai saat ini masih ada orang-orang yg lumpuh krn penyakit, akibat gak ada imunisasi di kala itu.. aku sendiri gmn ? hihihi.. dari 4 anak mama, kata mama cuma aku yg semasa bayi gak pernah di imunisasi, tp tp.. gini-gini daku ttp dpt imuniasasi loh Untungnya pas masuk TK, ortu mutasi ke kabupaten.. Nah, pas SD ini nih semua imunisasi ku diberikan.. *subhanallah mama canggih juga yah, bs catch up schedule imunisasi, tp gak tau deh ya dosis nya dulu hihihihi..* Nah, meski udah di kabupaten gak menjamin jg aku dpt fasilitas pendidikan yang baik, yah.. well setidaknya fasilitas kesehatan udah lebih baik. SD tempat ku belajar adalah SD negeri biasa. Di SD ini tempat mama juga mengajar, tp aku sendiri gak di ajar mama, pernah deng sekali itu juga bikin aku kapok diajarin mama. di kelas dimarahin, menjalar ke rumah Nah, pernah kejadian di sekolah ada pelajaran IPA, guru meminta kita bawa contoh tumbuhan yg berkembang biak dengan bertunas, berbiji dll, hm.. gampang. besoknya, guru yang sama meminta murid membawa mahluk hidup yang berkembang biak dengan membelah diri, kata bu guru tersebut contohnya mangga dan rambutan. Mama liat anaknya sibuk nyari nyari biji mangga dan rabutan akhirnya bertanya. Untung mama nanya, jd tau kan klo si ibu guru itu ngajarin salah. akhirnya mama ngajarin ttg amoba, dmn habitatnya, dan gmn melihatnya. Itu baru pelajaran IPA, lain lagi dengan pelajaran matematika. Kali ini tentang menghitung volume ruang dimensi 3. kan klo kubus luas alas kali tinggi, silinder juga sebenarnya begitu. klo kubus kan 3 angka yang diketahui udah pasti sis-sisi yang tingggal di kalikan semua, tp klo silinder alasnya lingkaran, angka yg diketahui bs jari-jari bs diameter. masak tinggal dikali semua. Alhamdulillah dirumah papa yang ngajarin pertama kali, jd meski di sekolah bu guru menyalahkan jawaban ku, tp pas ebtasan ttp aku donk yg bener hihihi.. Dulu, klo mau buku-buku bagus, harus nitip papa yg sedang perjalanan dinas ke ibu kota propinsi. gak ada toko buku. klo mo baca buku crita di supply mama lewat perpus sekolah. jd lah bacaannya roman zaman pujangga baru. kenalan sama 5 sekawan pas SMP, krn punya temen anak pejabat Alhamdulillah, Allah kasih kesempatan aku dpt pendidikan lebih baik. SMA di kota besar, membuat aku bs seperti sekarang.. hm ttp, masa kecil itu masa kecil terindah yg pernah ku lewati
~kangenMama |
June 1st, 2009
Gak semangat Posted by vian199 at 01:45 PM kenapa yah? syusah bangets fokus lanjutin tulisan Baru kali ini ditinggal lama oleh hubby, meski beberapa hari lg pulang, tp kyknya dah numpuk2x bangets.. syusah menjelaskannya. klo lg dikeramaian, tercium bau yang mirip parfume hubby rasanya pengen dekat2x bau tersebut Awalnya berasa koq harus begini bangets yah menjalani hidup, segitu bodohnya kah sampe harus jauh-jauhan. Tapi, suprise juga ternyata banyak orang2x yang harus hidup berjauh-jauhan dengan keluarga. Bukan krn mereka gak "mampu" dalam kaca mata ku untuk hidup berdekatan, tp emang mereka udah memilih itu. Hehehe.. ketika tau itu rasa lega muncul, ternyata bukan satu-satunya orang yg "merana" didunia ini :p Hm, semoga Allah menjaga hati-hati ini...
~Shinta
|
March 12th, 2009
Tak Masyalah Posted by vian199 at 02:27 PM
Bismillahirrahmanirrahim
Pekan ini membaca beberapa tulisan beberapa teman tentang betapa selama ini hidup mereka itu mudah-mudah saja. Punya ortu yang berkecukupan, harmonis, cerdas, keknya apa lg yang bikin hidup itu susah ?? what a life they have!!! Rasanya seperti ditakdirkan untuk tidak bersyusah-susah hidup :p Beberapa hari ini, memandang jalan setapak impian kedepan rasanya berat sekali. Dan ketika menoleh kebelakang pun sepertinya hidup ku berjalan meloncat dari satu masalah ke masalah yang lain... segala yang ingin ku raih harus di perjuangkan mati-matian, tidak ada yang tinggal bilang langsung ada, merem bentar langsung dapat *sulap kaleee* Tapi-tapi, menoleh kebelakang ternyata membuat aku semakin menyadari betapa aku amat sangat kuat. Yah.. mungkin dengan cara-cara seperti ini Allah menyanyangiku. Membiarkan aku melihat nyata betapa tangan-tanganNya berada dimana-mana, menarik ku tuk berdiri di kala kaki tak mampu lagi menopang badan, sampai tanpa diduga-duga walo tanpa "kaki" yang kuat aku melayang melewati jalan itu, sampai it pass !!! Ah, jika yang lalu pun mampu ku lewati, yang ini pun akan mampu ku hadapi
~Shinta
|




(
